Senin, 23 Mei 2011

Unsur – unsur komunikasi

Nama : heni hendrayani
Npm : 33209138
Kelas : 2dd04
Tugas softskill


a.sumber
sumber adalah dasar yang digunakan dalam penyampaian pesan dan digunakan dalam rangka memperkuat pesan itu sendiri. Sumber dapat berupa orang, lembaga, buku, dokumen, dan sejenisnya

b.komunikator
dalam komunikasi setiap orang atau kelompok dapat menyampaikan pesan – pesan komunikasi itu sebagai suatu proses dimana komunikator dapat menjadi komunikan, sebaliknya komunikan dapat menjadi komunikator.
1. penampilan
khusus dalam komunikasi tatap mika atau yang menggunakan media pandang dengan audio visual seorang komunikator harus menyesuaikan diri dengan lingkungan dan komunikan. Penampilan ini sesuai dengan tata karma dengan memperhatikan keadaan, waktu dan tempat

2. penguasaan masalah
seseorang yang tampil atau ditampilkan sebagai komunikator haruslah betul – betul menguasai masalahnya. Apabila tidak maka setelah proses komunikasi berlangsung akan menimbulkan ketidakpercayaan terhadap komunikator dan akhirnya pada pesan itu sendiri yang akan menghambat terhadap efektivitas komunikasi

3. penguasaan bahasa
komunikator harus menguasai bahasa dengan baik, bahasa ini adalah bahasa yang digunakan dan dapat di pahami oleh komunikan, komunikator mutlak menguasai istilah – istilah umum yang digunakan oleh lingkungan tertentu atau khusus

1. etos komunikator
keefektifan komunikasi ditentukan oleh etos komunikator. Etos adalah nilai diri seorang yang merupakan paduan dari kognisi, afeksi, dan konasi. Kognisi adalah proses memahami yang bersangkutan dengan pikiran. Afeksi adalah persaan yang ditimbulkan oleh perangsang dari luar, dan konasi adalah aspek psikologi yang berkaitan dengan upaya atau perjuangan.
Etos tidak timbul pada seseorang dengan begitu saja, tetapi ada factor – factor tertentu yang mendukungnya. Factor – factor tersebut adalah sebagai berikut :
a.kesiapan
seorang komunikator yang tampil di mimbar harus menunjukan kepada khalayak, bahwa ia muncul didepan forum dengan persiapan yang matang.

b.Kesungguhan
Seorang komunikator yang berbicara dan bebahas suatu topik dengan menunjukan kesungguhan akan menimbulkan kepercayaan pihak komunikan kepadanya.

c.Ketulusan
Seorang komunikator harus membawakan kesan kepada khalayak, bahwa ia berhati tulus dalam niat dan perbuatannya.

d.Kepercayaan
Seorang komunikator harus senantiasa memancarkan kepastian. Ini hrus slalu muncul dengan penguasaan diri dan situasi secara sempurna. Ia hrus slamanya siap menghadapi segala situasi.

e.ketenangan
khalayak akan cenderung akan menaruh kepercayaan kepada komunikator yang tenang dalam penampilan dan tenang dalam mengutarakan kata – kata ketenangan itu perlu dipelihara dan selalu ditunjukan pada setiap peristiwa komunikasi menghadapi khalayak

f.keramahan
keramahan komunikator akan menimbulkan rasa simpatik komunikan kepadanya. Keramahan tidak berarti kelemahan tetapi pengekspresian sikap etis. Lebih – lebih jika komunikator muncul dalam forum dalam mengandung perdebatan

g.kesederhanaan
kesederhanaan tidak hanya menyangkut hal – hal yang bersifat fisik tetapi juga dalam hal penggunaan bahasa sebagai alat untuk menyalurkan pikiran dan perasaan dan dalam gaya.

2. Sikap komunikator
Sikap (attitude) adalah suatu kesiapaan, suatu kecenderungan pada diri seseorang untuk melakukan suatu kegiatan menuju atau menjauhi nilai – nilai social. Dalam hubungan dengan kegiatan komunikasi yang melibatkan manusia – manusia sebagai sasarannya, pada diri komunikator terdapat lima jenis sikap antara lain :
a.reseptif (receptive)
sikap reseptif berarti kesediaan untuk menerima gagasan dari orang lain, dari staf pimpinan, karyawan, teman, dan lain – lain. Bagi komunikator tidak akan ada ruginya untuk menerima gagasan dari orang lain. Sebab tidak jarang sebuah gagasan yang semula dinilai buruk dapat dikembangkan sehinggga menjadi gagasan yang bermanfaat.

b.selektif (selective)
seperti halnya dengan factor reseptif, factor selektif pun penting bagi komunikator dalam peranannya selaku komunikan, sebagai persiapan untuk menjadi komunikator yang baik, jadi untuk menjadi komunikator yang baik dia harus menjadi komunikan yang terampil.

c.dijestif (digestive)
dijestif adalah kemampuan komunikator dalam merencanakan gagasan atau informasi dari orang lain sebagai bahan bagi pesan yang akan ia komunikasikan. Ia mampu melihat intinya yang hakiki seraya dapat melakukan prediksi akibat dari pengaruh gagasan atau informasi tadi.

d.asimilatif (assimilative)
asimilatif adalah kemampuan komunikator dalam mengorelasikan gagasan atau informasi yang ia terima dari orang lain secara sistematis dengan apa yang telah ia miliki dalam benaknya yang merupakan hasil pendidikan dan pengalamannnya.

e.transmitif (transmissive)
transmitif mengandung makna kemampuan komunikator dalam mentrasmisikan konsep yang telah ia formulasikan secara kognitif, afektif, dan konatif kepada orang lain.

C. Pesan
Pesan adalah keseluruhan dari apa yang telah disampaikan oleh komunikator.
Pesan ini mempunyai inti pesan yang sebenarnya menjadi pengarah didalam usaha mencoba mengubah sikap dan tingkah lak komunikan.
1.penyampaian pesan
melalui lisan, face to face, langsung menggunakan media, saluran dsb.

2.bentuk pesan
informative
bersifat memberikan keterangan / fakta, kemudian komunikan mengambil keputusan.

Persuasive
Berisikan bujukan yaitu membangkitkan pengertian dan kesadaran manusia bahwa apa yang kita sampaikan akan memberikan perubahan sikap,

Koersif
Penyampaian pesan yang bersifat memaksa dan dengan menggunakan sanksi – sanksi apabila tidak dilaksanakan.





D. Chanel / saluran

Chanel adalah sauran penyampaian [esan, biasa juga disebut dengan media. Media komunikasi dapat dikatagorikan dalam dua bagian yaitu media umum dan media masa. Media umum adalah media yang dapat digunakan oleh segala bentuk komunikasi contohnya radio. Media masa adalah media yang digunakan untuk komunikasi masa disebut demikian karena sifatnya massal. Misalnya televisi

E. Komunikasi

Komunikasi dapat kita golongkan dalam tiga jenis yaitu personal, kelompok, dan massa. Dari segi sasarannya maka komunikasi ditunjukan atau diarahkankedalam komunikasi personal, komunikasi kelompok,dan massa.

F. Efek

Efek adalah hasil akhir dari suatu komunikasi yaitu sikaf dan tingkah laku orang sesuai atau tidak sesuai dengan yang kita inginkan. Efek ini sesungguhnya dapat dilihat dari
Personal opinion
Pendapat pribadi, hal ini dapat merupakan akibat atau hasil yang diperoleh dari komunikasi. Personal opinion adalah sikap dan pendapat seseorang terhadap sesuatu masalah tertentu.

Public opinion
Sering kita artikan sebagai pendapat umum, pengertiannya adalah pengenalan social mengenai sesuatu hal yang penting dan berarti atas dasar pertukaran pikiran yang dilakukan individu secara sadar dan rasional.

Majoryti opinion
Pendapat sebagian terbesar dari public atau masyarakat. Jika kita berbicara tentang opini atau pendapat maka kita sering mendengar opinion leader. Opinion leader adalah orang yang secara informal membimbing dan mengarahkan suatu opini tertentu kepada masyarakat.

G. Factor – factor yang diperhatikan dalam proses komunikasi

1.empat tahap proses komunikas
pengumpulan fakta
mengumpulkan data dan fakta sebelum seseorang melakukan kegiatan komunikasi.

Perencanaan
Berdasarkan data dan fakta itu dibuatkan rencana tentang apa yang akan dikemukakan dan bagaimana mengemukakannya.

Komunikasi
Setelah planning disusun maka tahap selanjutnya adalah komunikasi

evaluasi
penilaian atau analisa diperlukan untuk setiap kali melihat bagaimana hasil komunikasi tersebut

2.prosedur mencapai effect yang dikehendaki
Wilbur schraam mengatakan : untuk mendapatkan effect yang baik dari komunikasi maka prosedur yang ditempuh adalah apa yang disebut sebagai “ A-A procedure “ yaitu proses dari attention (perhatian) ke action (tindakan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar